Perhatikan 3 Hal Ini di Setiap Tahap Perkembangan Bayi Anda

No Comments

Memiliki bayi yang tumbuh dengan sehat merupakan impian setiap orang tua. Setiap orang tua pasti akan memberikan hal yang terbaik bagi anaknya. Untuk itu, simaklah beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan dalam tahap perkembangan bayi Anda. 

Perkembangan Fisik
Masa perkembangan bayi terbagi dua, masa neonatal atau bayi baru lahir yaitu saat bayi berusia 0-28 hari. Masa bayi yaitu saat bayi berusia 28 hari hingga 2 tahun. Pada masa neonatal umumnya bayi masih dalam tahap penyesuaian. Sehingga biasanya cenderung mengalami penurunan berat badan. 

Pada masa bayi berusia 28 hari hingga 2 tahun, umumnya kemampuan fisiknya lebih berkembang. Pada usia ini, umumnya berat badan bayi akan meningkat sekitar tiga kali lipat dari berat saat lahir. 

Selain itu, hal yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah kemampuan mendengarnya. Anda bisa mendeteksi sejak dini jika bayi memiliki gangguan pendengaran. 

Beberapa ciri-ciri bayi mengalami gangguan pendengaran antara lain tidak merespons suara, musik atau bunyi-bunyian pada usia kurang dari 3 bulan. Pada usia 4 sampai 8 bulan, ekspresi bayi yang tidak berubah saat mendengar suara keras di tempat yang sepi. Pada usia 9 sampai 12 tahun bayi tidak memberi respons saat dipanggil. 

Jika Anda menemukan beberapa ciri di atas pada bayi Anda, segera periksakan bayi Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang cepat. Gangguan pendengaran bayi umumnya dapat disembuhkan jika dideteksi sejak dini. 


Perkembangan Motorik
Selain perkembangan fisik, perkembangan kemampuan motorik anak juga tak kalah penting. Umumnya, bayi akan melakukan gerakan refleks tersenyum pada minggu pertama. Dapat berguling dari samping ke belakang pada usia 2 bulan, dan dapat berguling sepenuhnya pada usia 6 bulan. 

Kemampuan motorik dasar seperti mengenggam, menendang dan belajar duduk serta merangkak akan semakin berkembang seiring bertambahnya usia bayi. Anda bisa merangsang kemampuan motorik bayi dengan memberikan ruang yang luas saat ia belajar merangkak dan berjalan. 

Membantu bayi untuk duduk dan berjalan sambil berpegangan dapat membantu melatih kemampuan motorik kasar bayi. Bermain dengan bola kecil juga bisa menstimulasi motorik kasar bayi. 

Mendongeng dan bercerita pada anak saat usia bayi dapat melatih kemampuan motorik halusnya. Bermain dengan benda-benda berwarna cerah juga dapat membantu menstimulasi motorik halus bayi. 

Perkembangan Bahasa
Hal terakhir yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah kemampuan bahasa bayi. Kemampuan bahasa pada usia ini adalah kemampuan untuk memberikan respon dengan ocehan atau suara saat ada seseorang yang mengajaknya berkomunikasi. 

Umumnya, pada usia 3 bulan bayi sudah bisa mengerti ungkapan rasa marah, sedih dan senang. Bayi sudah bisa berbicara satu hingga dua suku kata seperti’da-da’ atau ‘ma-ma’ saat berusia 6 bulan. Pada usia 12 sampai 18 bulan, bayi sudah bisa mengucapkan kata dengan utuh. 

Jika saat menginjak usia 6 bulan bayi belum bisa mengucapkan kata apapun, Anda harus mewaspadai adanya gangguan bicara pada bayi. Beberapa ciri bayi yang bisu sejak lahir antara lain pasif dan kurang tanggap saat berkomunikasi dengan orang tua, suara tangisannya yang berbeda dari bayi lain dan tidak peka terhadap hal sekitar. 

Jika bayi Anda terindikasi mengalami gangguan bahasa atau bahkan ditakutkan menjadi bisu, segera periksakan bayi Anda ke dokter untuk penanganan selanjutnya. Hal ini bisa dicegah dengan lebih aktif mengajak bayi bicara serta memeriksakan keadaan janin saat masih dalam kandungan. 

Itulah 3 hal penting yang harus Anda perhatikan dalam tahap perkembangan bayi Anda. Deteksi sejak dini jika ada gangguan pendengaran atau bicara pada bayi Anda. Agar gangguan yang dialami lebih cepat ditangani. 
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar

Posting Komentar